Kesibukan kini berubah seolah menjadi candu dan monster yang menakutkan. Menjadi sumber konflik, kesepian, affair dan perpisahan keluarga. Tanpa sadar sebagian Pendeta, majelis dan aktifis gereja kehilangan keseimbangan hidup, mengabaikan pernikahan demi pelayanan.

Lewat seminar ini peserta belajar bagaimana membangun ulang sistem keluarga dan memulihkan kebiasaan keluarga asal. Belajar cara "melahirkan kembali" cinta yang sudah mati dan secara sadar mewariskan sistem keluarga yang sehat kepada anak-cucu.

Jika sistem keluarga sehat dan bergungsi maka anggota keluarga akan merasa nyaman tinggal bersama, bangga dan saling merindukan.

Tiap kali menghadapi klien pasutri, perasaan sedih muncul dalam hati kami, karena sebagian dari mereka datang dalam kondisi lelah. Mereka putus asa dengan berbagai konflik yang hebat, sebagian bahkan menyampaikan kemungkinan bercerai saja.

Bahkan ada yang sudah maju ke pengadilan, ada juga yang masih merencanakan bercerai.
Selama proses konseling kami berusaha meyakinkan klien untuk bertahan, sabar, tunggu. Itu saja tidak cukup tentunya.

Harus ada yang dilakukan, minimal dari salah satu pihak; agar dengan perubahannya, pasangannya berubah. Tetapi untuk ini perlu pengorbanan dan insight yang baru, yang memberi semangat bertahan.

Dalam kuliah ini kami membagikan alasan-alasan yang perlu dipikirkan sebelum berencana bercerai, mengapa pernikahan perlu dipertahankan.

Bagaimana mengelola hasrat seksual yang liar, yang menimbulkan perselingkuhan dan seringkali menjadi alasan bercerai. Apa yang dilakukan jika pasangan tidak setia dan bagaimana mengatasi perceraian emosi?

MEDAN - JAKARTA - SURABAYA

Fasilitor
1. Aileen Mamahit, PhD (Psikolog Klinis, Dosen Pasca Sarjana STT-SAAT Malang)
2. Dr. Julianto Simanjuntak (Terapis masalah Keluarga & Penulis Buku Parenting & Konseling)
3. Ir. Ichwan Chahyadi, M.Sc., M.K., CFP (Konselor Karir dan Fasilitator Pelayanan Keluarga)
4. Roswitha Ndraha, MPdK (Pendiri LK3, Terapis Anak)

Pelatihan ini membantu remaja Usia 15-19 tahun sejak dini memilih jurusan kuliah serta merencanakan karier masa depan sesuai kepribadian Anak. Orangtua mendapat sesi terpisah untuk kecakapan membimbing Remaja mencapai cita-cita mereka.

K E L U A R G A   K R E A T I F  (A10)
Retreat - Assessment - Workshop

Menjadikan Keluarga Sehat dan Berfungsi 

Kami menyediakan modul Keluarga Kreatif, suatu paduan acara antara Retreat, Workshop dan Assessment, dengan tujuan membangun ulang sistem pernikahan agar sehat & berfungsi. Sejak 2002 kami mengadakan pelatihan pemberdayaan Keluarga dan retreat Pasutri demi membangun keluarga sehat dan berfungsi.

Program konseling dan edukasi parenting LK3 telah berlangsung sejak 2004 di pelbagai kota.
Diadakan secara lokal, regional dan nasional dan Diikuti lebih dari 200 lembaga.

Topik Parenting Education

  1. Bagaimana bersikap kepada anak supaya anak bersikap baik
  2. Merekayasa lingkungan anak dan mewariskan nilai luhur pada Anak
  3. Membangun kecerdasan majemuk Anak
  4. Mendidik Anak menghormati Orangtua dan Otoritas
  5. Mendidik anak cerdas mengelola keuangan
  6. Mendampingi anak berbakat spesial dan Berkebutuhan Khusus
  7. Membangun karakter  seksual anak ‎
  8. Mempersiapkan karir anak sejak dini ‎
  9. Mendisiplin anak menggunakan internet, game dan social- media.
  10. Membantu anak mengelola kemarahan
  11. Membangun ikatan batin dengan anak
  12. Mendampingi Anak dengan Stres, Phobia dan Trauma Kekerasan

(In House Training)

Sebuah modul workshop untuk memperkaya para aktifis Gereja, khususnya pemimpin komsel, care cell atau bible study membangun kelompok pemuridan berbasis konseling.

Komsel, COOL, Care Cell, Kelompok Tumbuh Bersama atau kelompok kecil lainnya sangat tepat dijadikan sarana konseling berkelompok, yang berdampak langsung pada pemulihan setiap anggotanya.
Komunitas ini sangat tepat dijadikan sarana konseling berkelompok, karena  mereka rutin bertemu, saling percaya dan relatif saling mengenal satu sama lain.

Modul ini membantu setiap pemimpin mampu mengelola  kelompok agar terjadi proses saling memulihkan lewat membicarakan kehidupan sesehari. Sehingga kebutuhan curhat, didengarkan serta dipedulikan terpenuhi lewat kelompok ini. Disamping itu  aplikasi Firman Tuhan dan informasi yang disajikan sangat relevan dan langsung bisa diaplikasikan dalam kehidupan keluarga.

Lewat setiap modul yang disajikan, setiap anggota diharapkan bisa pulih dari masa lalu, trauma, kehilangan, dan kemarahan yang tersembunyi. Proses inilah dengan cepat membantu setiap anggota lebih mudah menyerap Firman Tuhan di gereja, karena semua hambatan dan duri kehidupan pribadi dan trauma relasi telah dibebaskan sepenuhnya lewat konseling kelompok.

Selain teori pemuridan berbasis konseling, setiap peserta belajar bagaimana memimpin kelompok dengan baik, serta cakap menggunakan bahan-bahan yang disediakan.

Back to top