Membiarkan hati anak terluka, dan tidak melakukan tindakan yang luar biasa untuk memulihkan jiwa mereka, adalah suatu kelalaian yang sulit dipahami.

Umumnya anak yang dibesarkan orangtua yang penuh konflik menyimpan luka yang berat. Apalagi terjadi saat mereka kecil.

Sifat otoriter Orangtua, egois dan membedakan anak, menoreh banyak luka dalam jiwa anak. Permintaan maaf Anda yang telat pun terasa basi, dan hanya menambah rasa sakit hati.

Lakukanlah sesuatu sebelum semuanya terlambat. Sebelum "nanah luka" anak Anda berubah menjadi "kanker emosi" yang sulit diobati. Anak mendadak menjadi mudah stres, gampang marah, kecewa, cengeng dan keras kepala. Kelak luka emosi ini ikut mempengaruhi karier & pernikahan mereka. Juga hubungan mereka dengan Anda.

Kesibukan kini berubah seolah menjadi candu dan monster yang menakutkan. Menjadi sumber konflik, kesepian, affair dan perpisahan keluarga. Tanpa sadar sebagian Pendeta, majelis dan aktifis gereja kehilangan keseimbangan hidup, mengabaikan pernikahan demi pelayanan.

Lewat seminar ini peserta belajar bagaimana membangun ulang sistem keluarga dan memulihkan kebiasaan keluarga asal. Belajar cara "melahirkan kembali" cinta yang sudah mati dan secara sadar mewariskan sistem keluarga yang sehat kepada anak-cucu.

Jika sistem keluarga sehat dan bergungsi maka anggota keluarga akan merasa nyaman tinggal bersama, bangga dan saling merindukan.

Tiap kali menghadapi klien pasutri, perasaan sedih muncul dalam hati kami, karena sebagian dari mereka datang dalam kondisi lelah. Mereka putus asa dengan berbagai konflik yang hebat, sebagian bahkan menyampaikan kemungkinan bercerai saja.

Bahkan ada yang sudah maju ke pengadilan, ada juga yang masih merencanakan bercerai.
Selama proses konseling kami berusaha meyakinkan klien untuk bertahan, sabar, tunggu. Itu saja tidak cukup tentunya.

Harus ada yang dilakukan, minimal dari salah satu pihak; agar dengan perubahannya, pasangannya berubah. Tetapi untuk ini perlu pengorbanan dan insight yang baru, yang memberi semangat bertahan.

Dalam kuliah ini kami membagikan alasan-alasan yang perlu dipikirkan sebelum berencana bercerai, mengapa pernikahan perlu dipertahankan.

Bagaimana mengelola hasrat seksual yang liar, yang menimbulkan perselingkuhan dan seringkali menjadi alasan bercerai. Apa yang dilakukan jika pasangan tidak setia dan bagaimana mengatasi perceraian emosi?

MEDAN - JAKARTA - SURABAYA

Fasilitor
1. Aileen Mamahit, PhD (Psikolog Klinis, Dosen Pasca Sarjana STT-SAAT Malang)
2. Dr. Julianto Simanjuntak (Terapis masalah Keluarga & Penulis Buku Parenting & Konseling)
3. Ir. Ichwan Chahyadi, M.Sc., M.K., CFP (Konselor Karir dan Fasilitator Pelayanan Keluarga)
4. Roswitha Ndraha, MPdK (Pendiri LK3, Terapis Anak)

Pelatihan ini membantu remaja Usia 15-19 tahun sejak dini memilih jurusan kuliah serta merencanakan karier masa depan sesuai kepribadian Anak. Orangtua mendapat sesi terpisah untuk kecakapan membimbing Remaja mencapai cita-cita mereka.

Back to top