MODUL :

Retreat Keluarga Kreatif, LK3

Workshop- Assesmen-Retreat

TUJUAN :

Memperkaya dan menyegarkan sistem pernikahan, menyeimbangkan kepuasan karier dan pernikahan

Sesi 1: Mengenali Keluarga Asal (genogram)

Sesi 2: Seni Pemulihan Diri & Pohon Keluarga

Sesi 3: Mengenali Kepribadian Pasangan (Asesmen Kepribadian)

Sesi 4: Mengelola Konflik & Perbedaan Dengan Pasangan

Sesi 5: Mewariskan Nilai & Tradisi Luhur Keluarga Pada Anak

Sesi 6: Membangun Kepuasan Karier & Pernikahan (Asesmen)

Sesi 7: Membangun Sistem Keluarga Yang Sehat & Berfungsi

Sesi 8: Tantangan dan Solusi Parenting Era Digital

Sesi 9: Romantic Dinner & Komitmen (tentatif)

 

Biaya (Thn. 2019)

Rp 3,9 Juta/pasang

Termasuk menginap 3 hari 2 Malam di Hotel

 

CATATAN

Jika diadakan lembaga pengundang, membayar Modul Keluarga Kreatif, LK3

* Rp 1,5 juta/pasang (di Jakarta)

* Rp 1,7 juta/pasang (Luar Jakarta khusus Jawa dan Bali)

* Rp 2 juta/pasang (luar jawa)

Termasuk :

  1. Bahan Modul Keluarga Kreatif, LK3
  2. Ebook Konseling Keluarga
  3. Asesmen dan Penjelasan (Tes Kepuasan Pernikahan, Kepuasan Karir, Cinta Kreatif dan 5 bahasa cinta, Tes Kepribadian dan Mengenal kebutuhan-kebutuhan tersembunyi)
  4. Tiket Pesawat Pembicara/Fasilitator dan Tim (5 orang)

Pengundang menyediakan :

  1. Akomodasi Peserta
  2. Penginapan Fasilitator
  3. Konsumsi selama acara
  4. Transportasi penjemputan
  5. Sarana Romantic Dinner (kue, anggur dll)

Jumlah: 30-35 pasang

Hubungi:

Aileen Dewi (0877 2507 1963)
Manajer Retreat Keluarga Kreatif, LK3

 

TESTIMONI & ENDORSEMEN

  1. Pak Julianto dan Ibu Wita adalah manusia biasa. Seperti kita, mereka pun mempunyai pergumulan hidup yang Tuhan telah porsikan bagi mereka. Itu sebab mereka mengerti pergumulan kita para hamba-Nya. Mereka mengerti bahwa air mata-- baik yang dicucurkan ke luar atau ke dalam-- adalah bagian hidup kita. Saya percaya Tuhan Kita Yesus yang telah membentuk dan menguatkan mereka agar menjadi berkat bagi kita lewat kesaksian dan pengajaran Pak Jul dan Ibu Wita di retreat Keluarga Kreatif ini. (Paul Gunadi, Ph.D., Pengajar Bidang Konseling Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang)
  2. ”Saya mengenal Julianto Simanjuntak dengan sangat baik sebagai rekan sekerja di ladang ~people helper~. Sebelum membimbing keluarga orang lain menjadi baik, alami dulu menjadi Keluarga Baik. Retreat  ini akan menginspirasi Anda dan Pasangan menuju Keluarga yang Kreatif”.  (Dr. Dwidjo Saputro, Psikiater)
  3. Hampir 3 tahun kami dilayani oleh Pak Julianto Simanjuntak saat mengalami badai  pernikahan. Seandainya dari awal kami ditangani Konselor Profesional seperti Pak Jul,  masalah pernikahan kami bisa dicegah sejak dini. Badai itu belasan tahun lamanya dan melelahkan. Andai dulu ada retreat bagi para gembala seperti Keluarga Kreatif ini, kami tentu bisa lebih cepat pulih dari badai. Kami sungguh anjurkan, hadirlah di acara Keluarga Kreatif ini. (Samiton Pangellah dan  Justina Anny Pangellah)
  4. Kami bersyukur beberapa kali mengikuti seminar keluarga Pak Julianto, dan kami bersahabat dekat. Kami sungguh merekomendasikan rekan pemimpin Gereja mengikuti retreat Keluarga Kreatif ini. Sebab di tengah kesibukan kita perlu merawat pernikahan dan diri kita sendiri.  (Pdt. Dr. Daniel Ronda dan Ibu Elisabeth Ronda)
  5. Terima kasih Pak Julianto, retreat ini menjadi “juruselamat” pernikahan kami. Materi tiga hari ini menyadarkan kami, sumber utama konflik kami adalah Pohon Keluarga asal yang sangat berbeda. (Pdt. Yosua Halim)
  6. Dari sesi awal saya merasa terusik, langsung sadar ada yang salah dalam motivasi melayani. Saya langsung menangis. Sungguh menyentuh hati. Ini adalah seminar terbaik dalam retreat yang saya pernah ikuti  selama hidup. (Pdt Michael)

--------------- 

TESTIMONI Sebagian Peserta RETREAT KELUARGA KREATIF
Santika Premiere Hotel, BSD Tangerang Oktober  2016

  1. Lewat acara Keluarga Kreatif, saya menemukan penyebab masalah dengan pasangan dan jalan keluarnya. Selain itu mendapatkan inspirasi untuk cinta yang kreatif dan cara mewariskannya. (Cecep Prayitno)
  2. Materi Keluarga Kreatif menjawab kebutuhan pernikahan kami sehingga kami dapat meningkatkan kualitas pernikahan dan kami lebih memahami kekurangan pasangan sehingga saya mampu  menerima pasangan lebih baik. (Lay Mei Yen)
  3. Acara retreat Keluarga Kreatif mencerahkan dan membuka pikiran kami dalam menyelesaikan konflik keluarga. (Natali Ardianto)
  4. Saya sangat menikmati retreat Keluarga Kreatif. Kami  jadi bisa lebih saling mengenali pasangan. Beruntung bisa mendapatkan contoh atau pengalaman dari para peserta yang terbuka saat diskusi. Sekarang saya dan istri bertekad  membentuk keluarga yang lebih sehat  demi  mewariskan nilai-nilai terbaik untuk keturunan kami nanti. (Mulatua Limbong)
  5. Materinya praktis dan nyata berkaitan dengan masalah dalam keluarga khususnya hubungan suami istri. Kami senang bisa belajar cara mewariskan sistem keluarga yang sehat dan berfungsi buat anak-cucu kami nanti. Terima kasih fasilitator yang  berbagi pengalaman hidup, luka dalam pernikahan maupun berkat dalam keluarga. Thanks Pak Jul dan Bu Wita. (Aileen Prayitno)
  6. Retreat Keluarga Kreatif yang dipandu Pak Julianto dan Bu Roswitha sangat memperkaya kami tentang memahami pasangan dan menjadi orangtua yang baik. Senang sekali bisa mengikuti selama 3 hari 2 malam bersama suami. Kami pulang dengan perasaan puas dan bahagia karena merasa cinta kami semakin bertumbuh satu sama lain. Mudah-mudahan semakin banyak pasangan yang juga tercerahkan dengan retreat Keluarga Kreatif ini. Betul-betul investasi waktu, uang dan tenaga yang tak ternilai return-nya. (Nuniek Tirta Sari)
  7. Kesan saya ikut keluarga kreatif adalah  pengalaman hidup Pak Julianto Simanjuntak dan keluarga yang sungguh memberkati. Bagi saya itulah materi yang paling hidup. (Lydia kading)
  8. Materi  retreat Keluarga Kreatif menjawab kebutuhan pasutri secara detail sampai ke akar masalahnya, sehingga membantu pasutri untuk lebih saling memahami dan berempati satu dengan lainnya. (Rinny Iswaranata)
  9. Retreat Keluarga Kreatif menyegarkan kembali tentang sebagian materi kuliah   saat saya mengikuti kuliah S2 Konseling. Namun kali ini, bisa menyerapnya bersama suami, sehingga dapat  dipraktekkan dalam kehidupan pernikahan kami. Saya juga senang karena bisa mendengar sharing sesama peserta Keluarga Kreatif, sehingga membuat saya menyadari bahwa ada 'temanteman seperjuangan' yang mau berjuang untuk pernikahan, demi pewarisan nilai bagi anak-cucu. (Liebe Poli)
  10. Acara Keluarga Kreatif memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai kesuamian dan keayahan. Saya menemukan akar masalah pribadi  selama ini yang membuat saya dan istri banyak konflik. Saya sangat senang mengikuti Acara ini, memulihkan dan memperbaharui relasi kami. Terima kasih, Pak Julianto dan Ibu Roswitha yang sudah membagikan kisah kehidupan rumah tangga bapak dan ibu dengan sangat terbuka. (Paisal Girsang)
  11. Materi secara keseluruhan sangat baik dan menjawab kebutuhan (masalah) yang kami hadapi. Isi materi berbobot dan cara penyampaiannya sederhana jadi mudah dimengerti dengan jelas. Terima kasih, Pak Julianto dan Ibu Wita telah  berbagi dengan kami. (Rika C.R.)
  12. Materi Acara Keluarga Kreatif membukakan suatu wawasan yang baru bagi kami yang selama ini tidak pernah terpikirkan. Sehingga kami bisa lebih memahami dan menerima pasangan kami masing- masing. Kesaksian-kesaksian Pak Julianto menginspirasi saya untuk menjalankan peran sebagai suami dan ayah yang berfungsi dengan baik. Saya juga diingatkan untuk lebih aware lagi di dalam mempersiapkan warisan nilai-nilai kehidupan kepada anak cucu kami nantinya. (Hayanto Njotodjojo)
  13. Retreat Keluarga Kreatif membantu saya  melihat kembali relasi dengan anak-anak selama ini. Saya baru sadar, perlunya mewariskan nilai kepada mereka. Saya ternyata belum berbuat banyak untuk mengisi kebutuhan mereka. Acara ini mendorong saya MENEBUS apa yang hilang selama ini, terutama WAKTU. Materi Keluarga Kreatif membantu saya untuk menerima konflik sebagai bagian dinamika keluarga.  Perkataan Pak Julianto yang sangat terekam di hati saya, "Kita tidak mencari jalan keluar dari konflik tapi mencari jalan masuk." Juga untuk setiap  materi yang sangat aplikatif. Terima kasih,  Pak Jul dan Bu Wita. Puji Tuhan  kesempatan yang indah bisa ikut retreat keluarga kreatif.  (Taruli Sitompul)
  14. Retreat Keluarga Kreatif  membukakan hal-hal baru yang tidak pernah saya pikirkan. Terutama dalam menjalankan fungsi sebagai  suami/istri dan  ayah/ibu. Lewat  moment ini, kami  jadi diingatkan pentingnya mempersiapkan sebuah warisan "agung" bagi anak-anak dan keturunan kami selanjutnya. Acara ini membukakan banyak sisi yang hilang dalam keluarga kita, terutama tentang pohon keluarga. Bahan yang ada menolong kami untuk membuat keluarga lebih sehat dan berfungsi, dan menciptakan sebuah budaya luhur dan tradisi keluarga yang diwariskan hingga anak-cucu. Terima kasih, Pak Julianto Simanjuntak dan Ibu Roswitha Ndraha. (Tjung Davian)
  15. Materi retreat Keluarga Kreatif menyadarkan kami, bahwa pernikahan itu kelak diwariskan hingga ke anak-cucu, meninggalkan legasi dan kualitas perkawinan yang baik untuk mereka. Retreat ini membantu kami lebih saling mencintai dan berjuang mempertahankan apa yang sudah kami janji  di hadapan Tuhan, keluarga dan jemaat. Terima kasih, Pak Julianto dan Ibu Roswitha, yang memberikan kami banyak jawaban menjalani dinamika pernikahan kami, dan cara bagaimana mempertahankan hingga maut memisahkan. (Thio Siujinata & Rika)
  16. Lewat  retreat Keluarga Kreatif ini hubungan  saya dan istri dipulihkan, bahkan ditolong memahami pentingnya mewariskan perkawinan untuk anak cucu saya. (Adi Prasetyo)
  17. Lewat retreat Keluarga Kreatif, saya menemukan akar sumber konflik saya dengan istri, yakni  perbedaan sikap menghadapi masalah anak di rumah. Berkat lainnya, saya mendapatkan bahan yang baik untuk pembinaan keluarga. Lewat acara ini  saya dan istri terinspirasi untuk lebih fokus kepada pelayanan keluarga. Thanks, Pak Julianto dan Ibu menjadi mentor bagi kami semua.  (Pdt Philipus Kading)
  18. Retreat Keluarga Kreatif membawa kehidupan keluarga ke arah yang lebih sehat secara holistik (setiap anggota keluarga, pribadi, pasangan dan anak-anak). (Ria Setyawan)



Kesan sebagian peserta Retreat Keluarga Kreatif Batam, 
24-26 April 2017,  Sahid Hotel Batam Centre

  1. Retreat keluarga kreatif ini bagi saya luar biasa dan retreat terbaik yang pernah saya ikuti. Acara ini bagaikan dokter bedah kesehatan keluarga, yang membantu  mengambil akar-akar dari permasalahan keluarga khususnya suami-istri. Bukan hanya  mengobati tetapi juga  mengangkat sumber atau akar permasalahan yang ada, yang selama ini tidak disadari. (Erwin Widjaja – Gembala GBI Windsor)
  2. Jauh sebelum mengikuti retreat keluarga kreatif ini, kami sudah menyadari pentingnya sebuah keluarga yang sehat dan berfungsi. Karena itu kami rela membayar harga untuk bisa ikut dalam retreat ini. Dan ternyata benar retreat ini sangat bagus,  menyadarkan kami untuk pentingnya mengutamakan kelurg. Setip materi  memotivasi kami  menjadikan keluarga yang berput pad Kritu, keluarga  sehat dan berfungsi.  Terima kasih Pak Julianto dan Bu Roswitha. (Kisu)
  3. Kami sangat berkesan ikut retreat ini, merupakan retreat pertama yang kami ikuti sejak menikah. Retreat ini  membantu pemulihan saya dan pasangan. Kami disadarkan pentingnya memiliki kelenturan  terhadap pasangan pasangan,  dan kompak dalam  mendidik anak.  Lewat retreat ini, kami punya komitmen  baru agar lebih kompak dalam membina rumah tangga, dan belajar lebih  memahami dan menerima pasangan apa adanya. Kiraya ada kelanjutan modul retreat ini. (Mesria Siagian)
  4. Selama 3 hari saya dan suami mengikuti retreat keluarga kreatif, menemukan banyak jawaban dari pertanyaan yang mengganggu pikiran saya selama ini. Puji Tuhan kami sangat mensyukurinya, dan kami sungguh diberkati. (Stella)
  5. Awalnya Saya dan istri enggan mengikuti acara retreat ini, sebab istriku sangat tidak suka acara-acara seminar dan sejenisnya. Tapi saya punya keinginan yang kuat supaya istri saya ikut. Supaya kami bisa belajar bersama cara mendidik anak dan menikmati keluarga, terutama menyelesaikan masalah.  Lewat retreat ini pikiran kami terbuka, mengerti arti kelarga yang sehat dan berfungsi. Juga menemukan cara terbaik dalam mengelola konflik. (Handi Yahya)
  6. Lewat retreat ini kami dipulihkan, dan suami saya siap berdamai dengan anak sulung kami. Ada kemauan yang kuat supaya suami melepas banyak organisasi yang tidak membawa kami dekat dengan Tuhan. Terimakasih  Pak Julianto dan Ibu atas bimbingan selama 3 hari ini  untuk membimbing dan memulihkan keluarga kami. (Suti)
  7. Bersyukur penyampaian materi retreat sangat simple,  padat dan mudah dimengerti. Memberi inspirasi dalam membangun rumah tangga dan sangat membantu menjadi suami yang lebih baik. (Abraham)
  8. Retreat keluarga kreatif  membuka pikiran dan hati kami akan nilai-nilai yang perlu dalam kehidupan suami dan istri. Pengalaman-pengalaman Pak Julianto dan Ibu  sangat menyentuh. Melalui retreat ini kami menyadari sumber permasalahan keluarga kami dan cara menyelesaikannya. (Tony)
  9. Lewat materi retreat ini  kami didewasakan dalam menangani anak-anak. Kami lebih memahami apa duri dan sumber  luka batin  anak yang disebabkan oleh kami sebagai orangtua.  Kami disadarkan pentingnya keluarga yang sehat dan berfungsi, supaya menjadi kesaksian bagi  lingkungan kerja dan keluarga. (Lily Wong)
  10. Lewat acara retreat ini, saya menikmati berkat, khususnya pengetahuan baru yang menjadi  modal untuk membangun keluarga yang sehat dan berfungsi. Kami baru sadar rumah adalah sekolah atau universitas keluarga yang kelak diwariskan kepada anak-anak. (Andi Rozen Sitinjak)
  11. Acara retreat ini banyak membantu saya mengelola konflik yang ada didalam rumah tangga. Saya sadar bahwa banyak  hal yang harus saya perbaiki sebagai seorang istri. Khuusnya saya belajar berani meminta maaf dan menyelesaikan konflik yang ada, bukan menyembunyikannya. (Ennie Handayani)
  12. Retreat keluarga kreatif ini telah merubah pola pikir saya. Dimotivasi untuk lebih mengutamakan keluarga Terimakasih atas pelayanan Pak Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha. Berharap makin  banyak keluarga yang mengalami pemulihan. (Oey Jan Ka)
  13. Kami sangat bersyukur dapat kesempatan ini dapat ikut acara retreat. Kami dibantu untuk menata ulang kesehatan pernikahan kami, agar menjadi keluarga yang memuliakan Tuhan dan menjadi berkat. (Mariaman Lim/Kie Hiang Lang)
  14. Retreat keluarga kreatif ini  menambah wawasan saya dalam hal mengelola konflik dengan pasangan. Saya makin tahu bagaimana  meminimalisir konflik,  dengan cara mengembangkan kelenturan pribadi, Sehingga hubungan saya dengan pasangan bisa saling mengerti, menerima dan membantu. (Lidia Titaley)
  15. Retreat Keluarga kreatif ini telah  mengubah pola pikir saya tentang membangun sebuah keluarga yang sehat.  Saya mendapatkan nilai-nilai baru, terutama tentang peran saya sebagai orangtua dan pasangan, dan cara terbaik membangun keluarga yang utuh. (Herling)
  16. Materi Keluarga Kreatif ini membuat hati dan pikiran kami. Sebagai Suami saya lebih terbuka  untuk menyadari apa yang terjadi dalam keluarga. Kami makin sadar betapa pentingnya keterbukaan dalam keluarga, dan pengenalan mendalam satu sama lain. (Wilman)
  17. Saya merasa amat sangat diberkati melalui retreat ini. Banyak pengetahuan baru dan solusi jawaban dari masalah-masalah hidup yang selama ini sepertinya tidak ada titik terang dalam penyelesaiannya.  Tetap sehat Bapak dan Ibu. Maju terus dalam mengenalkan pelayanan konseling ini. Banyak orang perlu konseling. (Ruth Octavia)
  18. Retreat ini menyadarkan saya pentingnya keutuhan dari warisan pernikahan bukan hanya untuk anak, tapi juga cucu dan generasi yang akan datang. Acara ini menjadi sebuah alat  refelksi mengenali akan diri sendiri dan lebih mampu mengerti sebab-akibat dari masalah perkawinan. Sebagai pembicara Pak Julianto dan Ibu  adalah seorang yang terbuka dan jujur, apa adanya. Cara menyampaikannya rileks dan sangat praktis.  (Silvia Hwang)
  19. Bersyukur menikmati Pembicara retreat yang  profesional dan alkitabiah. Setiap materi dikemas sangat bagus untuk pasangan dan pengasuhan anak. Kami Judah mengerti Karena banyak kasus yang disajikan hingga penyelesaian masalah. Didukung suasan retreat yang segar dan penuh canda. Saya sungguh merekomendasikan rereat ini pada setiap pasangan. (Indra Lorensa)
  20. Retreat ini membuka wawasan saya, memahami bahwa hubungan keluarga adalah suatu yang sangat penting, dan wajib diusahakan atau diprioritaskan. Keluarga tidak boleh berjalan begitu saja. Perlu kerja keras, secara sadar dan terencana agar bisa  menikmati pernikahan yang sehat, dan  hubungan  yang saling memuakan dalam perkawinan.  (Ridarma Budi Sinaga)

Kesan peserta Retreat Keluarga Kreatif Salatiga, 1 - 3 September 2017.

  1. Seminar ini sangat memberkati saya. Sebab kebahagiaan itu dimulai dari pribadi yang mau diubah dan berubah. Dan materi yang disampaikan sangat lengkap untuk menjadi pribadi dan keluarga (suami-istri) yang kreatif. Penyampaian materi sangat menyenangkan sehingga tidak bosan, peserta menjadi aktif dan suka cita terus. Tuhan memberkati pelayanan Bapak Jullianto dan Ibu Roswitha. (Ros Boru Pakpahan Ny.Mulyono)
  2. Saya sangat senang sekali karena acara seminar Keluarga Kreatif ini memberikan saya pengetahuan tentang hubungan suami, istri dan anak-anak yang selama ini saya tidak tahu dan saya anggap biasa-biasa saja. Bila ada masalah di keluarga sekarang saya merasa terbuka pikiran saya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hubungan keluarga itu baik atau tidak baik pasti ada sesuatu yang harus diselesaikan antara diri saya pribadi dengan istri dan anak-anak. Saya merasa diberkati dengan acara ini. Terima kasih buat panitia terlebih buat Pak Julianto Simanjuntak dan Ibu Roswitha Ndraha. Tuhan Yesus memberkati. (Soejady)
  3. Saya sangat senang mengikuti acara seminar Keluarga Kreatif ini karena menambah pengetahuan saya dan memperluas wawasan saya untuk memberkati hidup saya pribadi dan keluarga saya. Doa saya Tuhan memakai saya utuk menjadi saluran berkatNya untuk keluarga, gereja dan masyarakat. (Irsanti)
  4. Saya sangat bersukacita dan bangga mendapatkan materi yang membuat setiap orang rindu menjadi keluarga kreatif dalam Tuhan Yesus. Saya rindu untuk bisa melayani keluarga-keluarga gereja menuju dan menjadi Keluarga Kreatif (karena 80% banyak yang belum mendapatkan). Doa saya, Tuhan Yesus memberkati semua keluarga yang belum bahagia untuk menjadi bahagia dan diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain. (Mulyono Wirno)
  5. Semakin menambah wawasan dan pengetahuan dibidang konseling saya. Saya rindu dan tertarik memperdalam ilmu konseling dari tim Bapak Julianto. Sebagai pendeta, saya banyak dipertemukan Tuhan dengan pasien-pasien dari berbagai agama, gereja tapi saya merasa masih perlu banyak bekal/materi konseling. Sangat memberkati saya dan pasangan saya. (Pdm. Udikyani)
  6. Cukup memuaskan dan secara jujur saya bisa mengalami perubahan/pemulihan setelah mengikuti acara ini. Sangat menolong dan membantu supaya hubungan kami bertambah mesra. Sebagai bekal juga untuk mengajar (mendidik) anak-anak supaya menjadi lebih baik. (Srihono)
  7. Saya lebih menyadari kualitas hubungan saya dengan istri dan anak-anak. Saya lebih mengenal diri saya sendiri, saya merasa mendapatkan sesuatu yang dapat saya tularkan dan saya gunakan dalam mengembangkan sistem kekeluargaan juga berguna dalam pekerjaan saya. (NN)
  8. Bersyukur untuk retreat tiga hari ini, saya semakin bisa menerima keadaan keluarga baik pasangan atau anak karena semua ini menjadi alat peraga Tuhan. Bangkit dan tidak merasa terintimidasi dengan setiap masalah yang pernah dihadapi. Setiap yang dibahas merupakan kebutuhan yang selama ini belum dibukakan menjadi terbuka. Saling bisa lebih mengenal pasangan dan karakternya. (NN)
  9. Retreat ini menambah banyak ilmu dalam berumah tangga, sehingga bisa memperbaiki rumah tangga kami ke depannya dan membantu untuk kami bagaimana jika kelak anak-anak berkeluarga. Kami belajar jadi teladan. Terutama dasar berkeluarga dan berumah tangga sesuai firman dan kehendak Tuhan. (Indah Ekasari)
  10. Saya baru tahu adanya perbedaan hidup saya dengan pasangan. Saya dapat mengubah sifat saya terhadap pasangan saya. Dan saya bisa menerima kelebihan/kekurangan pasangan saya. (NN)
  11. Saya senang karena saya semakin tahu bahwa kita harus saling menerima apa adanya pasangan kita. Menjadi berkat dalam kehidupan berumah tangga. Dan yang berubah adalah diri kita terlebih dahulu. (Bambang H.W)
  12. Banyak hal yang dibukakan dalam retreat ini sehingga saya mengerti saya yang harus berubah lebih dahulu dan menerima pasangan saya apa adanya. Dan bersama suami berjuang untuk memperbaiki sistem keluarga dengan mengandalkan pertolongan Roh Kudus. Terima kasih Pak Julianto dan tim. (NN)
  13. Retreat ini membuat saya dan pasangan disegarkan, tidak membosankan, ditambah pengetahuan yang kami percaya bisa mengubah saya dan pasangan lebih baik di masa yang akan datang. (NN)
  14. Sangat membangun dalam membuka pikiran dan mengenal diri sendiri dan pasangan. Sangat membantu dalam menyelesaikan konflik dalam rumah tangga. (NN)
  15. Senang dan diberkati. Bertambah untuk pengetahuan untuk keluarga khususnya kami sendiri sebagai bapak. (NN)
  16. Saya diberkati dan dibekali untuk menolong keluarga-keluarga lain. (Djoni P)
  17. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih dengan adanya seminar ini bisa membuka wawasan saya biar lebih baik lagi dalam pernikahan dan keluarga saya. Saya banyak mendapatkan pengetahuan dan pelajaran yang baik. (Rumondang Nainggolan)
  18. Saya senang dengan seminar ini, dan ada “andaikan” dalam hati saya, seandainya ini saya terima dulu sekali waktu saya masih muda, saya akan menjadi ibu yang lebih baik. Saya ingin menolong ibu-ibu muda dengan lebih mendalami tentang pernikahan ini. Tetap maju Pak Julianto dan Ibu, kami doakan! (Ibu Kaban)
  19. Saya diberkati karena sekarang saya mengerti bahasa kasih, kepribadian pasangan dan konfliknya bisa terlihat jelas serta mendapatkan solusinya. Seminar ini membangun mental saya sebagai kepala keluarga dan semakin mengerti tugas dan tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Julianto. (Andika)
  20. Terima kasih buat Pak Julianto, Panitia dan Pak Ichwan. Kami senang karena dengan ikut seminar ini kami bisa tahu apa akar dari masalah kami, sehingga kami sadar bahwa kami sedang dalam proses pemulihan. Dan kami mau pulih. Saya berdoa untuk pelayanan ini semakin banyak bisa mendampingi pemlihan banyak keluarga dimana saja. (drg.Floren Melani)
  21. Saya senang karena ada beberapa hal yang selama ini terlewatkan karena ketidakmengertian saya akan suami saya dan sekarang membuat saya menjadi lebih mengenal suami saya lebih dalam, contohnya mengenal bahasa cinta dan karakter suami melalui test MBTI. Hal-hal tersebut membuat saya belajar memahami sikap suami saya yang selama ini membuat saya tidak nyaman/tidak mengerti. Dan melalui hal-hal tersebut saya akan lebih baik memahami dia dan menerima hal tersebut dan mengimbanginya. Terima kasih Pak Julianto. (Liza H)
  22. Hanya dalam waktu tiga hari seminar ini mampu mengubah komunikasi kami yang sudah lama putus dan menjadi tersambung kembali. (Wegig & Eka)
  23. Saya sangat diberkati melalui retreat ini karena justru hal-hal yang disampaikan adalah hal-hal aplikatif. Contoh yang diberikan bukan hanya yang baik tapi juga hal-hal buruk yang dialami dan berproses ke hal yang positif. (NN)
  24. Seminar ini seperti menemukan harta yang terpendam, yang dahulu tidak mengerti ternyata masing-masing mempunyai kemampuan yang luar biasa yang perlu dikembangkan. Misalnya : emas semakin dipanaskan akan semakin murni. Intan semakin diasah akan semakin kemilau. Terima kasih. Tuhan memberkati melalui seminar ini. (Yulianto)
  25. Saya merasa senang mengikuti retreat Keluarga Kreatif ini karena saya bisa lebih mengerti akan segala kekurangan saya dan mengerti serta belajar untuk lebih memahami suami. Tuhan Yesus memberkati Pak Julianto dan Ibu Roswitha. (Esther A)
  26. Saya diberkati ketika Pak Julianto menyampaikan luka-luka itu adalah alat peraga bagi Tuhan untuk kita, dan bisa mengetahui sumber masalah pribadi ditinjau dari latar belakang keluarga sehingga saya memiliki harapan bahwa materi ini bukan hanya sebagai materi saja namun dapat dilakukan dalam kehidupan pribadi dan keluarga saya khususnya dalam cara mendidik anak dan mengenal kepribadian saya dan suami. (Linda S)
  27. Saya senang dan ingin lebih dalam lagi belajar karena banyak hal yang membukakan pengertian saya tentang hubungan dalam sistem keluarga, untuk membangun keluarga kreatif dan berfungsi. Melalui pohon keluarga yang membuat kami sadar kelebihan dan kekurangan kami sehingga kami mampu untuk mengelola sebagai aset yang berharga yang Tuhan sudah berikan. Terima kasih. Semakin menjadi berkat bagi banyak keluarga. (Didik S)
  28. Ada hal-hal baru yang penting yang akan kami lakukan seperti membuat kalender keluarga/pasutri karena masing-masing dari kami sibuk dan membuat kami lebih mengenal dan mengerti pasangan dan memperbaiki untuk ke depan yang lebih baik lagi. (Diana)
  29. Iman kami semakin bertumbuh dan bisa memahami perasaan pasangan maupun orang lain. Jadi mengerti kekurangan dan kelebihan pasangan. Sangat diberkati melalui retreat Keluarga Kreatif ini. (NN)
  30. Retreat ini memperlengkapi saya untuk pelayanan konseling keluarga di gereja. Secara umum saya jadi memiliki cara pandang yang lebih luas dan menyeluruh saat melayani konseling. Tools yang diberikan sangat bermanfaat. Secara pribadi retreat ini meningkatkan kualitas pernikahan kami karena kami jadi lebih tepat sasaran dalam mengekspresikan kasih kami dalam keluarga. (Adji K)
  31. Membuat wawasan kami terbuka dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan dalam keluarga kami. (NN)
  32. Retreat ini bermanfaat dan menambah pengalaman kami untuk berbagi berkat kepada teman atau saudara. Dengan mengikuti retreat ini menjadikan keluarga kami terberkati. (Wiwien)
  33. Saya lebih mengenal pasangan. Saya bisa memperbaiki banyak hal dalam keluarga karena selama ini kami minim pengetahuan untuk hal tersebut. Saya lebih menghargai dan menerima kelebihan dan kekurangan pasangan/anak. Saya bisa dengan nyaman menyatakan keinginan saya atau apa yang harus dilakukan atau diubah oleh pasangan. Saya jadi menyadari kekurangan saya dan tahu cara memperbaikinya. Kami berkomitmen bersama untuk memperbaiki keluarga dan pernikahan kami. (NN)
  34. Melalui retreat ini, saya bisa mengetahui dan memahami pasangan saya. Saya juga mengenal diri sendiri, bisa memaafkan dan menerima pasangan  apa adanya. (NN)
  35. Saya senang dan merasa diberkati. Tapi mungkin bisa dibuat acaranya lebih menarik lagi seperti ditambah permainan (ice breaker) supaya lebih tambah luar biasa. (NN)
  36. Content is OK. Mohon lebih diperkaya dengan permainan/games agar tidak bosan. Perlu illustrasi dalam slides biar lebih catchy. (NN)
  37. Saya diberkati dengan seminar ini karena materinya sejalan atau didasari oleh Firman Tuhan. Jadi tidak hanya teori dan praktek tanpa dasar Firman Tuhan. Karena semua teori itu dapat dipraktekkan hanya dengan kekuatan atau pertolongan Tuhan. (NN)
  38. Retreat ini membuat saya bisa lebih memahami karakter pasangan saya. Saya tetap menjalani pernikahan sampai akhir walau kami berbeda. (NN)
  39. Dengan mengikuti retreat ini, saya dan istri bisa mengenal diri sendiri, baik kelebihan dan kekurangan, apa yang sudah benar ataupun kesalahan-kesalahan kami sehingga tahu memperbaikinya. Memahami pasangan dengan lebih baik. Karena retreat ini tidak hanya sekedar ‘wacana teologis’ tapi bisa mendalam dan praktis. (Satrio)

Kesan peserta Retreat Keluarga Kreatif Bukit Tinggi, 22 - 24 Juni 2018.

  1. Bersyukur saya sudah beberapa kali mengikuti sesi dari Pak Jul. Selalu ada hal-hal baru yang bertambah. Salah satunya adalah sistem keluarga. Sangat diberkati dan saya sengaja merekam suara tiap sesi karena ingin review. Saya berharap juga semakin banyak dibukakan kasus-kasus pasutri tentang bagaimana perceraian sangat mungkin terjadi dalam pernikahan kristen sehingga kita bs aware. Kalau bisa usul mungkin Pak Jul dan ibu dapat membuat bahan PA pasutri yang berkaitan dengan genogram dan bahan-bahan lainnya. Tuhan memberkati (Maya).
  2. Hal yang paling menggugah hati dari retret kita kemaren bagiku adalah tentang penerimaan/menerima, penerimaan mengubah diri sendiri dan orang yang kita terima, didalam penerimaan sejati ada cinta, ada kesabaran, dan ada kerendahan hati. Menerima bukan menuntut. Bisa kita lihat bagaimana penerimaan pak julianto terhadap Ibu Witha mengubah dirinya sendiri dan mengubah Ibu Witha, penerimaan Pak Julianto terhadap Moze mengubah dirinya dan mengubah Moze. Seperti salah satu poin Pak Julianto juga, kita harus secara sadar menerima penerimaan Tuhan terhadap kita, menyadari penerimaan Tuhan terhadap apa adanya kita yg sangat buruk ini tentu membuat kita bersyukur dan tersungkur malu dihadapan Tuhan, sehingga kita terdorong utk berubah memberikan yg terbaik kepada Tuhan. Bersyukur sekali untuk retreat ini, juga bersyukur untuk keluarga Bang Benton, Bang David dan kluarga lain yang memberi kesaksian, kita semua berjuang untuk menjadi keluarga yg dipulihkan supaya kita menghasilkan generasi yg baik (Kel. Erik Saragih).
  3. Terimakasih untuk rekomendasinya kepada kami mengikuti retreat Pasutri 2018 ini kak. Kami banyak sekali mendapatkan pelajaran dan bekal yang akan kami bawa dalam menjalankan rumah tangga baru kami kedepan. Senang bisa bertemu dan berbagi dengan pasutri senior yang hadir. Disamping itu kami senang dan sangat bersyukur bisa bertemu dengan konselor hebat seperti Pak Julianto dan Ibu Witha. Sekali lagi terima kasih kak. Kiranya Tuhan terus memberkati Keluarga dan Pelayanan kakak abang (Kel.Mangantar/Meylin).
  4. Kami memasuki usia tahun pernikahan yg ke-2. Masih baru, namun ada beberapa peristiwa yang membuat mungkin pernikahan kami berbeda dengan rumah tangga lainnya di tahun kedua. Sebulan setelah menikah, bapak saya meninggal. Saya punya 1 abang, yang sempat jauh dari keluarga karena konflik dengan bapak saya. Saya punya 1 adik perempuan yang baru memasuki perkuliahan di Kedokteran. Ibu saya kini janda dan sendirian di kampung. Saya punya tanggungjawab untuk mensupport dari segi dana, juga menggantikan peran bapak saya terutama untuk memperhatikan ibu dan adik perempuan saya. Terlebih lagi, sejak akhir tahun lalu, kami memutuskan bahwa saya keluar dari pekerjaan saya di industri migas (karena bekerja di lapangan), agar bisa bersama istri saya menjalani kehidupan rumah tangga bersama-sama. Membuat status saya menjadi pengangguran. Saya sangat terkesan dan mendapat banyak pencerahan sepanjang mengikuti sesi-sesi yang disampaikan kemarin. Sebelumnya, saya memang sangat menantikan retreat/pengisian ini karena saya kesulitan untuk menyelesaikan beberapa masalah di rumah tangga kami. Saya sudah pernah belajar tentang pohon keluarga, komunikasi, pembagian peran dalam rumah tangga. Namun hal baru yang menyadarkan saya adalah, bahwa ada hal-hal yang sulit diubah dari pasangan saya, juga yang harus saya terima. Bahwa dia adalah korban sesungguhnya dari masa lalunya, bukan saya. Maka ketika saya menuntut untuk berubah itu hanya akan menambah beban, atau luka hatinya. Sebelumnya, sebagai suami, ada beberapa kebiasaan pasangan yang ingin saya ubah untuk "Mendisiplinkan dan demi rumah tangga kami yang lebih baik". Namun memang sulit berjalan, dan menjadi sumber konflik. Saya merasa sudah banyak berkorban, maka menjadi menuntut pengertian pasangan saya. Doa pemulihan itu sangat kuat terngiang di kepala saya. Kini saya akan berusaha untuk berubah, dan mendoakan istri saya. Betapa keluarga (relasi) adalah hal yang paling penting di dunia ini. Momen Romantic Dinner menyadarkan saya, betapa kami sangat menikmati dan merindukan momen-momen seperti ini. Sebelumnya, di rumah tangga kami menjadi "serius" dan konflik memikirkan/mendiskusikan support untuk keluarga besar, yang mungkin jadi beban besar di pikiran kami. Itu menjadi pengingat dan menjadi ide ke depan sebagai cara mencurahkan perasaan secara romantis pd istri saya (tidak lagi hanya lewat obrolan serius). Terima kasih bapak dan ibu, mohon doakan rumah tangga kami. Kami berdoa bapak dan ibu diberkati Tuhan, panjang umur, bisa melihat pertumbuhan dan pemulihan di pasutri-pasutri yang dikonseling, juga melihat progress mimpi bapak ibu akan berdirinya pusat-pusat konseling dan pelayanan kesehatan mental di tiap kota. Joseph dan Moze menjadi anak yang berkenan di mata Tuhan. Saya berharap semoga kita bisa berjumpa lagi (Doddi Tampubolon / Natalia Hasibuan).
  5. Saya sangat terkesan dengan kata-kata dalam doa pemulihan; “Tuhan ubahlah saya, supaya dengan perubahanku suamiku berubah.” Saya sering terluka oleh kata-kata suami saya yg sering menyalahkan saya kalau tingkah laku anak kami tidak baik..karena kesibukan pekerjaan dan kegiatan di luar..kami sering saling menyalahkan .. sadar ikatan emosi dengan anak kurang dekat..apalagi dengan punya anak 5 orang..kami bertekad agar kompak mengasuh anak dan mengurangi kesibukan di adat khususnya agar sistem dalam keluarga dapat berfungsi sehat..terimakasih pak Julianto dan bu Witha buat segala berkat dan inspirasinya..Tuhan Yesus memberkati pelayanan keluarga ibu..GBU
    (Berliana Panjaitan)
  6. Great thanks atas pelayanan Retreat Pasutri Nuansa Maninjau kemarin "Kami sekeluarga sangat diperlengkapi dari segala kegagalan kami yg banyak kurang paham dalam menuntun keluarga menjadi berkualitas, semua sharing Pak Julianto sangat mendidik untuk adanya pengakuan dan kerendahan hati merecovery semua dimulai dr diri sendiri dengan Takut akan TUHAN" (Kel. Ridwan Marschal Simanjuntak/ Dr. Luise Santhy C Silalahi).
  7. Hal yang paling menggugah hati bagiku adalah tentang penerimaan/menerima, penerimaan mengubah diri sendiri dan orang yang kita terima, didalam penerimaan sejati ada cinta, ada kesabaran, dan ada kerendahan hati. Menerima bukan menuntut. Saya melihat bagaimana penerimaan Pak Julianto terhadap Ibu Witha mengubah dirinya sendiri dan mengubah ibu witha, penerimaan Pak Julianto terhadap Moze mengubah dirinya dan mengubah moze. Seperti salah satu point Pak Julianto juga, kita harus secara sadar menerima penerimaan Tuhan terhadap kita, menyadari penerimaan Tuhan terhadap apa adanya kita yang sangat buruk ini tentu membuat kita bersyukur dan tersungkur malu dihadapan Tuhan, sehingga kita terdorong utk berubah memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Bersyukur sekali utk retreat ini, juga keluarga yang mmberi kesaksian (Erik Saragih).
  8. Dalam materinya kami banyak sekali mendapat pelajaran baru dalam membangun keluarga yang sehat seperti hubungan dengan pasangan, anak dan orang tua/mertua. Serta mendapat inside baru tentang menangani konflik di keluarga. PESAN; Diadakan rolle play rekonsiliasi. Terimakasih (Edison Sitepu dan Samina Ginting).
  9. Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu atas retreat kemarin. Banyak sekali kebenaran-kebenaran yang dibukakan yang selama ini tidak saya ketahui. Menurut saya,  ibu kandung saya tidak menempatkan anak-anaknya sebagai pusat kehidupannya. Justru,  adik-adik kandungnya yang menjadi pusat kehidupannya.  Dia menanggung beban/tanggung jawab keluarga adik-adiknya sampai sekarang.. Sehingga, saya merasa kami 'berkembang' tidak maksimal. Dulu, saya sempat terkecoh dengan prinsip ibu saya ini.. Kelihatan baik nampaknya. Saya merasa berkewajiban mengajak keluarga besar saya liburan, memberi uang, dll.. Terpujilah Tuhan, ketika kebenaran itu dibukakan untuk saya.. Ini kali kedua saya mendengarkan Bapak Julianto. Sebelumnya, tahun 2013.. Saya seperti menemukan bapak pengganti saya (reparenting). Bapak saya meninggal dunia sejak saya berumur tujuh tahun. Bapak ibu saya plegmatik. Kami sekeluarga plekmatik. Kami jarang sekali diajarkan nilai-nilai hidup. Bapak Julianto sudah mengajarkan banyak nilai-nilai kehidupan. Selain itu,  kami juga sangat terinspirasi dengan pelayanan bapak ibu. Karena saya dan suami suka berbicara tentang bisnis dan ekonomi,  menurut kami,  bapak ibu adalah pebisnis hebat yang mampu menciptakan bisnis yang jarang hanya dengan menjual kisah hidup bapak ibu. Kami melihat kemurahan Tuhan untuk orang-orang yang mengandalkan-Nya dan hal ini menginspirasi kami untuk mengandalkan Tuhan di tengah-tengah sulitnya ekonomi sekarang ini.  Terima kasih banyak buat semua itu.. Tuhan memberkati bapak ibu (Duplime Nainggolan).
  10. Dari semua sesi di retreat pasutri kami sangat diberkati. Tetapi mungkin beberapa saja yang bisa kami tuliskan disini. Selama retreat belajar mengevaluasi kembali pola pernikahan kami. Juga pola asuh kami kepada anak-anak. Membuat komitmen untuk memulai pola yang baru. Genogram menolong kami melihat dan mengenal keluarga kami masing-masing, faktor-faktor penyebab pola perilaku kami sekarang ini. Yang sangat membesarkan hati adalah bahwa pembentukan pola perilaku masa kecil itu memang tidak bisa diubah tetapi bisa diperbaharui. Dari sesi kompak mengasuh anak, kami belajar melihat nilai-nilai kebenaran yang akan kami wariskan kepada anak-anak kami, karena warisan yang kami dapat cukup berbeda maka kami perlu menetapkan standar sesuai kebenaran firman Tuhan. Trimakasih untuk contoh yang bapak ibu berikan. Bisa jadi acuan bagi kami. Dari ringkasan terakhir tentang cara jalan rehabilitasi relasi yang rusak kami belajar prinsip "Kita vs Masalah" karena ternyata selama ini kami selalu melekatkan masalah itu dengan orangnya. Terinspirasi contoh-contoh praktis yang bapak ibu berikan. Dalam semua sesi, materi mudah ditangkap karena penyampaian yang sederhana disertai contoh-contoh praktis yang aktual. Setiap kali sesi disampaikan, Saya seperti bercermin dan melihat dimana diri saya sendiri. Saya sedang menyelesaikan membaca buku "Seni Merayakan Hidup yang Sulit". Kami sedang berjuang mengembangkan kapasitas. Sebagai penginjil lapangan kami kadang bergumul banyak soal financial untuk anak-anak kami. Tapi kami tahu Tuhan ada bersama kami. Kami akan mengerjakan bagian kami, selebihnya Tuhan yang berkarya. Kesaksian bapak dan ibu sangat menguatkan kami. Bagi Tuhan tak ada yg mustahil (Sunardi dan Libertin Laia).
  11. Kami sangat senang bisa mengikuti acara retreat kemarin. Walaupun kami ketinggalan sesi pertama, karena berangkatnya telat. Materinya sangat membantu kami, kami menjadi tahu apa penyebab kenapa kami sering ada konflik. Dengan dibukakannya tentang area duri, serta fokus kepada potensi pasangan/anak, kami pun sepakat utk menuliskan apa area duri, kelemahan dan kelebihan kami utk kami jadikan pelajaran. Kemarin sempat mau bertanya di sesi terakhir, tapi karena waktu sudah habis, jadi tidak jadi bertanya. Namun bersyukur dengan buku yg diberikan "Seni Merawat Keluarga", kami membaca dibagian terakhir tentang adanya trend perubahan peran di keluarga yg suami menjadi Bapak Rumah Tangga. Ini bisa jadi bahan pendukung bagi kami.
    Untuk pesan: Saya sendiri sudah dua kali mengikuti acara yang dibawakan bapak dan ibu, yang saya lihat bapak yang lebih banyak memberikan pengalaman terutama berkaitan dengan anak. Saya dan suami, sepakat untuk membuat pesan ini: Kami rindu mendengar cerita/pengalaman ibu dengan anak-anak (Josephus dan Moze). Semoga kedepan masih bisa mengikuti acara yang bapak dan ibu bawakan (Keluarga Bram Cendana & Sarifah Juita).

Kesan peserta Retreat Keluarga Kreatif Bandung, 3 - 5 Agustus 2018.
Galeri Foto: http://bit.ly/Foto-KK-Bandung2018

  1. Amazing moment, unforgetable....thanks a lot utk panitia (Viddy).
  2. Indah dan berkesan (Dhalia & Cahyadi).
  3. Kesan romantic dinner: “touching and unforgettable” (Johan & Anna)
  4. Kesan kami acara romantic dinner very warmth and unforgettable (Andy & Mega)
  5. Menyentuh dan berkesan (Juliono dan Shinta)
  6. Mengharukan dan Menyenangkan Tak dapat di lupakan (Frans Affendy & Merry)
  7. Romantic, warm, and refreshing.. sangat berkesan.. (Andrew & Hermin)
  8. Romantik dinner bisa kembali menghangatkan hubungan saya dan istri. Semoga kami berdua bisa lebih sering melakukannya. Tuhan memberkati kita semua. Amin. (Budi H)
  9. Energizing moment...! (Lilik)
  10. Sangat berkesan, bahagia dan tidak terlupakan.. (Salomo & Ester)
  11. That was our first romantic dinner after our honeymoon 6 years ago. (Johanes & Ruth)
  12. Kesan saya utk Romantic dinner ini sangat bermakna dan takkan terlupakan. Thanks buat panitia yg sudah berjerih lelah. (Purnama)
  13. romantic dinner sangat sangat special. Kami baru pertama kali dalam rumah nikah kami. (Frits & Clasina)
  14. Rasa deg2an di awal pemberkatan Nikah kembali di rasakan di acara romantic dinner. Makasih kesan yg luar biasa n tak akan terlupakan seumur hdp. (Litha M & Elia)
  15. Malam yang dingin terasa hangat karena dibakar oleh api cinta. Terima kasih untuk    panitia yang sudah mempersiapkan. (Cahya Adi & Elta)
  16. Luar biasa, berkesan dan menghangatkan dan menyegarkan  akan ikrar jaji setia yang pernah diikrarkan saat pemberkatan nikah. (Elia)
  17. Kesan mengikuti Romantic Dinner : it's a beautiful and happy moment with my lovely wife and all other couple.. (Yogi Yussy)
  18. Romantic dinner, moment yang langka dan berharga. moment yang Tuhan pakai untuk mengembalikan kasih mula2 kepada pasangan. (Yohan)
  19. Tks..kami di refresh memiliki “bekal” utk merefresh keluarga yg lain..so blessed. (Agus & Yudhi)
  20. Romantic dinner td malam .. membuat kami bisa mengingat kembali indahnya sebuah janji pernikahan setelah 16 tahun menikah... (Loekman & Sarah)

Kesan peserta Retreat Keluarga Kreatif Hotel Horison Ciledug Jakarta, 17-19 Agustus 2018.
Galeri Foto: http://bit.ly/Foto-KK-HotelHorisonJakarta2018

  1. Saya merasa sangat diberkati dengan mengikuti workshop Keluarga Kreatif ini, saya banyak mendapat hal-hal baru dan kesan bagi suami saya setelah mengikuti workshop ini jadi lebih mengenal diri sendiri dan pasangan sehingga lebih dapat menerima diri sendiri dan pasangan apa adanya. Terima kasih P Julianto & Ibu Roswita, P Ichwan, Ibu Illyana dan tim semuanya. Tuhan Yesus memberkati. (NN)
  2. Menambah pengetahuan baru, terutama lebih memberikan ketenangan pada diri sendiri & mengeleminasi tindakan suka menghakimi orang lain. Biasa kita di gereja suka dihakimi kalau kita melakukan kesalahan, baik perilaku & tindakan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Kita suka dikatai : "Mana imanmu?" Setelah mengikuti acara ini, hati kami lebih lega waktu mendengar "7 hal yg mempengaruhi tindakan". Ternyata iman itu hanya salah satunya. Retreat ini sangat menyeimbangkan pemahaman kami karena bobotnya menurut kami. Pengetahuan : FT = 80% : 20%. Selama ini selalu lebih menekankan FT, tetap sangat minim membahas dari sisi pengetahuan. Retreat ini sangat memberkati kami. Terima kasih untuk LK3 & Team. (Guntur & Lianna)
  3. Suami: “Seminar ini memperkenalkan siapakah saya kepada diri saya sendiri terlebih dahulu, baru setelah itu saya bisa membuka diri yang baru kepada pasangan, keluarga dan sekitar.”
    Istri: “Demikian juga pelajaran tentang mendidik anak-anak kami, utamakan hak mereka dan jangan menuntut kewajiban mereka, dll.” Dan akhirnya belajar tentang suami saya, yang ternyata memiliki trauma masa lalu dan baru saya mengerti, saya akan berusaha tidak menekan luka tersebut. (Lukman & Jun Jun)
  4. Istri: “Saya sangat diberkati lewat acara ini. Saya adalah pribadi yang cepat emosi dan tidak sabar. Dan saya di berkati lewat belajar di konseling ini. Saya juga bisa lebih mengenal pribadi suami saya lebih dalam lagi. Dan saya bisa memahami dan mengerti suami. Khususnya dalam menghadapi dan mendidik anak-anak. Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati. Dan terus menjadi berkat utk keluaga keluarga.”
    Kesan: Tgl 10 Agustus adalah hari pernikahan kami yg ke 16, wow... Banyak hal yang kami bangun salah dalam hal membangun Emosi hubungan keluarga. Puji Tuhan 10 setelah hari pernikahan kami mengikuti Pasutri, kami mendapatkan banyak hal pembelajaran yang sangat berharga mengenali emosi untuk membina hubungan saya dengan istri dan anak-anak. Yakin dengan banyak masukan melalui Retret ini hidup saya & istri beserta dengan anak-anak kedepan yakin akan semakin Bahagia yang lebih baik. Salam Hangat kepada; Pak Julianto Simanjuntak, Ibu Roswitha Ndraha, Pak Ichwan Chahyadi, Ibu Illyana Widodo. Pembicara yang luar biasa yang Tuhan sudah pakai menjadi berkat buat kami. (Chandra & Reyke)
  5. • Evy: “Retret ini sangat MEMBERKATI saya, membuka wawasan baru bahwa setiap masalah-masalah yang kita hadapi tidak hanya diselesaikan sendiri (berdua dengan pasangan) dan hanya diselesaikan dengan berdoa, tetapi pengetahuan tentang luka emosi dll, yang diajarkan di retret ini akan MEMPERCEPAT proses penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi dengan pasangan sehingga tidak berlarut-larut dan terulang terjadi seperti lingkaran hubungan sebab akibat yang tidak selesai-selesai.
    • Popoh: “Sangat memperlengkapi kekurangan informasi dan pengetahuan dari setiap pasutri dan pribadi sosial yang berinteraksi. Membuka cakrawala dan cara pandang yang baru dan membukakan sebuah pintu (jalur) yang selama ini tertutup dan tidak mendapatkan perhatian. Membantu setiap pasangan untuk tidak meninju sembarang dan menghabiskan energi sehingga kelelahan dan gagal untuk sampai kepada tujuan. Usulan:
    i. Membantu setiap peserta menyadari dan mengakui setiap masalah yang ada.
    ii. Memberikan arahan yang jelas untuk menjalankan PR yang harus dilatih dan dibangun untuk menang dalam menangani masalahnya.
    Terima kasih banyak Bapak & Ibu Julianto, Bpk. Ichwan, Ibu Illyana Widodo dan tim LK3. Tuhan akan pakai terus Tim LK3 dan Keluarga Kreatif untuk memulihkan banyak pasangan-pasangan yang lain. Sukses selalu. Tuhan memberkati. (Popoh & Evy)
  6. Menurut kami acara ini sangat baik, dimana acara ini sangat membantu kami bisa tahu dan mengerti akan hubungan rumah tangga kami, sekaligus memberikan solusi jalan keluarnya setiap konflik dan permasalahan yang kami alami sekarang, khususnya buat kami suami istri dan anak kami dan kami suami istri tahu sekarang siapa dan bagaimana kita dahulu dan sekarang agar kami menjadi keluarga yang sehat kedepannya. ini yang kami rasakan sejak mengikuti acara ini. Terimakasih sesudahnya. GBU (Sius & Yuana)
  7. Suami: “Saya belajar mengenali luka emosi dan pemulihannya, serta belajar lebih memahami perbedaan kepribadian pasangan.
    Istri: “Saya mendapatkan pencerahan dan wawasan baru dalam mengenali pasangan. Saya diingatkan untuk bagaimana dapat terus menjadi penolong yang sepadan bagi suami dan ibu yang baik bagi anak-anak.” (Hendra & Lena)
  8. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti acara ini, saya diperkaya & diperlengkapi dalam membangun keluarga yang sehat. Ada banyak sekali yang belum saya ketahui sebelumnya bisa saya dapatkan melalui acara ini (hal-hal yang baru). Maju Terus Pak Julianto & Team. Tuhan Yesus senantiasa menyertai pelayanan Bapak dan team sehingga lebih banyak lagi keluarga dipulihkan.
    Istri saya: “Saya bersyukur & diberkati ikut reatret ini, banyak hal-hal baru yang saya pelajari dan sangat membantu untuk kami menyadari, mengerti & bagaimana cara mengatasinya. Terima kasih untuk Tim LK3 yang sudah melayani kami. (Markus & Ellis)
  9. • Kesan Suami: “Diacara ini saya banyak menemukan hal-hal yang tidak saya ketahui. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim keluarga kreatif yang sudah banyak memberikan pelajaran mengenai konseling dan tipe kepribadian seseorang. Biarlah acara ini boleh memberkati dan membawa dampak buat keluarga yang lainnya di seluruh Indonesia bahkan sampai ke bangsa-bangsa. Ayo segera ikut acara ini, ini sangat membantu hubungan kita dengan pasangan dan keluarga kita. Tuhan memberkati.
    • Kesan istri: “Saya bersyukur dengan ada acara SEPERTI ini makin kita mengerti dan tau gimana cara mengatasi konflik dengan suami dan anak dan bisa juga untuk dibagikan buat orang-orang perlu ditolong, sangat luar biasa acara ini. Maju terus. GBU (Markus & Ellis)
  10. Kesan saya mengikuti seminar keluarga kreatif ini adalah kami mendapatkan pengetahuan baru didalam mengelola konflik dan menyalurkan energi negatif dari setiap manusia dan saya sangat bersyukur karena dapat mempraktekkannya langsung di dalam rumah tangga kami setelah pulang dari seminar dimana saya langsung belajar untuk mendengarkan katarsis dari istri saya sehingga dia dapat mencurahkan isi hatinya dan menghilangkan stressnya yang selama ini dipendam ketika ada masalah karena istri saya tidak dapat melakukan katarsis kepada saya karena saya selalu tidak mau mendengarkan dan selalu emosi ketika sedang berdiskusi masalah keluarga.
    Untuk Istri saya, dia mendapatkan pengetahuan dan cara berkomunikasi dengan anak di dalam keluarga. (Surya & Rita)
  11. Kami sangat diberkati setelah mengikuti acara seminar Keluarga Kreatif, dimana kami Semakin mengerti peran masing-masing antara Suami Istri dalam menyikapi setiap persoalan yang ada dalam keluarga dan bagaimana untuk mendapatkan solusinya. Hal penting lainnya yaitu kami dapat lebih mengerti bagaimana kami harus bersikap terhadap anak-anak kami yang saat ini mulai beranjak dewasa. Terima kasih kepada Tim LK3 semuanya, Tuhan memberkati. (Johny & Jenny)
  12. Kesan suami: “Mulai mengerti dan tahu permasalahan di balik sikap istri, tetapi membuka juga pelatihan untuk bisa mencari jalan keluar dari hubungan suami-istri.”
    Kesan istri: “Saya merasakan suami lebih mengenal saya dan belajar menerima beberapa hal tentang saya. Saya juga jadi tahu dan bisa belajar untuk bisa mengontrol diri saya.” (Jemmy & Dewi)
  13. Kami semakin dibekalin pengalaman dalam membangun keluarga yang saling menerima dari pasangan dan tidak menuntut perubahan pada pasangan, tetapi masing-masing menerima & saling mengisi kekurangan dari pasangan kita. Belajar melihat kekurangan pasangan dan kelebihan pada pasangan kita sehingga mengetahui konflik yang terjadi selama ini karena ada perbedaan karekter dalam pribadi masing-masing. Kami semakin mengerti prioritas dalam keluarga, pelayanan dan pekerjaan. Terima kasih buat seluruh panitia yg terlibat. Kiranya acara ini bisa memberkati banyak keluarga mengerti nilai-nilai dalam menjadi seorang suami & istri. (Jhony Susanto & Monasifa)
  14. Kesan (Istri): Acara ini dapat:
    i. Menambah wawasan tentang perbedaan yang ada pada tiap-tiap orang (terutama pasangan dan anak-anak).
    ii. Membuat saya lebih bersemangat dalam menjalani hidup berkeluarga.
    Kesan (suami): “Saya mengucap syukur bahwa saya bisa tahu dan ikut dalam acara ini, sehingga saya bisa mengerti bagaimana mengelola emosi saya, mengerti dan menjadi konselor sendiri dalam keluarga dan bagaimana memahami perasaan anak dan mencegah luka emosi yang saya timbulkan bagi anak kami. (Iwan & Marisa)
  15. Acara ini sangat bagus, membukakan hal-hal yang baru dalam hubungan suami istri dan pernikahan kami:
    i. Memulihkan hubungan pernikahan kami.
    ii. Kami bisa lebih mengerti bagaimana menjaga hubungan pernikahan kami.
    Suzie: “Saya menjadi mengerti tentang mengenal pasangan saya melalui Genogram dan pohonnya, sehingga saya lebih memahami dan menerima pasangan saya. Terima kasih Keluarga Kreatif. (Sugito & Suzie)
  16. Lasmi: “Thank you kami bisa ikut retreat ini, banyak dibukakan prilaku seseorang ada masa lalu yang menjadikannya seperti itu dan dibukakan gimana menikmati luka-lukas yang ada dalam hidup untuk dijalanin.”
    Theo: “Sangat berterimakasih bisa ikut di retreat ini. Banyak hal yang mengungkung hidup saya dan saya mendapatkan pencerahan baru. Saya berusaha untuk merubah prilaku yang tidak baik menjadi yang lebih baik lebih baik lebih baik lagi. Sekali lagi sangat memberkati kami. Thank you. (Lasmi & Theo)
  17. Handy: “Kami mendapatkan banyak hal-hal baru yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Contoh dalam hal komunikasi dengan istri atau anak.”
    Tika: “Senang dengan penjelasan dan pengajaran yang logis yang di berikan pembicara selama workshop ini, maksudnya meneguhkan pandangan/pendapat saya, tidak semua masalah bisa diselesaikan cukup dengan doa, ada hal yang mesti kita lakukan semaksimal kita (kita melakukan bagian kita dan Tuhan mengerjakan bagianNya, ora et labora).” (Handy & Tika)
  18. Suyono: “Diperkaya diperlengkapi dalam membangun keluarga yang sehat di dalam Tuhan.
    Tessa: “Bagaimana membangun hubungan dengan Tuhan, keluarga dan sesama, tentang katarsis dan healing prayer, pemulihan pribadi sehingga bisa jadi berkat bagi pemulihan keluarga kita. Trimakasih buat pelayanan LK3 bagi kami pasangan-pasangan yang mengikuti retreat ini. Tuhan Yesus memberkati berlimpah. (Suyono & Tessa)
  19. Luar biasa mendapat pembelajaran pernikahan dalam hal jasmani dan rohani yang sepertinya tidak didapat di tempat lain. Saya merasa pernikahan kami baik-baik saja, dan memang baik baik saja, tapi kadang saya mengalami kebosanan dalam hidup, ternyata dalam karier saya tidak menikmati sebagai Ibu Rumah Tangga dan mengatur keuangan perusahaan suami, waktu anak-anak masih kecil saya enjoy menjalani, sekarang saya mengerti kalau ternyata tidak sesuai dengan minat saya, dan suami mengizinkan saya untuk mengembangkan karier saya dibidang yang saya suka. (Marianne)
  20. Suami: “Sesudah kami mengikuti Seminar Keluarga Kreatif ternyata apa yang sudah saya lakukan buat keluarga saya ternyata sangat sedikit dibandingkan dengan apa yang seharusnya dapat saya lakukan. 
    Istri: “Ternyata apa yang saya terima di Retreat ini sungguh membuat saya semakin mengerti tentang keadaan pasangan saya, dan membuat saya jadi bisa berbelas kasihan kepadanya dan tidak menuntut dia lebih dari yang dia bisa. (Andy & Irene)
  21. Agus Adiguna: “Retreat Keluarga Kreatif menurut saya sangat membukakan dan mempebaharui pandangan saya tentang perbedaan yang selama ini ada dengan istri saya.”
    Yulianti: “Jadi lebih terbuka untuk mengungkapkan kekecewaan/kekaguman pada suami saya.” (Agus Adiguna & Yulianti)
  22. Kesan Istri: “Saya diberkati melalui kesaksian-kesaksian dan pembelajaran dari para pembicara dan jadi mengerti bagaimana menghadapi sikap anak-anak. Terutama untuk menghidupi pasangan yang dulu sering konflik. Ternyata masih ada duri dalam dirinya. Saya mau berubah dan mau belajar terus untuk pasangan saya.”
    Kesan Suami: “Di keluarga kreatif kami diajarkan untuk mengenal lebih dalam pasangan kita. Dengan pengenalan kita lebih luas toleransinya bahkan kelemahan pasangan jadi menimbulkan kasih untuk menolong dia. Dan kita mengerti bahwa kita saling melengkapi karena ketidaksempurnaan kita. Keluarga kreatif menjadikan kami keluarga yang ideal. Terima kasih. Tuhan memberkati. (Sunardi & Desy)
  23. Setelah mengikuti seminar ini saya menjadi lebih memahami ada luka2 masa lalu yang mempengaruhi prilaku saat ini untuk saya maupun istri dan saya harus merubah diri saya dahulu.
    Istri: “Bersyukur sehingga dapat belajar banyak tentang mengenal kepribadian pasangan sehingga kita tidak merasakan saya yang aneh atau pasangan saya yang aneh.” (NN)
  24. Istri: “Sangat memberkati karena dapat banyak belajar tentang karakter suami yang belum dimengerti. Ternyata perbedaan tidak harus terjadi konflik tapi perbedaan tersebut adalah variasi dalam RT supaya dapat saling melengkapi. Suami: “Sangat berguna dalam menjalani rumah tangga yang ideal.” (Edwin S & Jescintha K)
  25. Merasa bersyukur bisa ikut acara ini sehingga diperlengkapi mengenai wawasan untuk mengenal pribadi pasangan dan anak-anak. Banyak aplikasi nyata yang diberikan memudahkan untuk mengaitkan dengan permasalahan yang saya hadapi. Buat saya sebagai suami sungguh banyak hal baru yang dibukakan. Berharap agar setiap anggota keluarga baik istri maupun anak-anak dapat berbahagia. Saya juga mengerti apa yang harus saya lakukan untuk mencapai hal tersebut. (Limman & Fieoni)
  26. Melalui seminar ini suami & saya jadi menemukan dan memahami latar belakang dari reaksi maupun sikap-sikap tertentu kami yang selama ini kami lakukan tanpa kami menyadari mengapa dan itu cukup mengganggu dalam keluarga. Thanks panitia LK3 & God bless (Jackdy & Dewi)
  27. Kesan saya: “Retreat ini sangat luar biasa, memberi saya mengenal pasangan saya lebih dalam, durinya dan luka emosinya sehingga dapat membuat pernikahan keluaga kami lebih sehat, dan mengerti bagaimana kita mengkoseling pasangan-pasangan yang bermasalah. Kesan suami saya Kohar:
    i. Mengalami pemulihan pribadi, pasangan dan anak (pemulihan keluarga).
    ii. Mengerti dan memahami dan menerima pribadi dan prilaku seseorang tanpa menghakimi sehingga tumbuh toleransi terhadap orang lain.
    iii. Mengubah cara pandang kita terhadap lawan bicara kita. (Rosni & Kohar)
  28. Kesan suami (Franky): “Acara luar biasa, sangat banyak hal yang membuka pengertian tentang rumah tangga kami yang sering mengalami konflik yang tidak terselesaikan. Saya sangat menganjurkan setiap rumah tangga ikut acara ini, bukan saja untuk rumah tangga pribadi tapi juga bisa menjadi berkat buat orang lain. Kesan istri (Dewi): “Acara yang luar biasa, dan saya rasa perlu juga untuk kita melanjutknnya pada proses konseling selanjutnya. Materi-materi yang sangat memberkati dan membukakan hal-hal yang baru kita mengerti padahal seharsnya kita mengerti sejak awal. (Franky & Dewi)
  29. Sangat bermanfaat karena saya bisa mulai mengetahui ternyata ada sisi-sisi yang selama ini tidak terpikir sebagai pemicu konflik dllnya & bisa belajar mengevaluasi. Kesan suami saya: “Kurang tertarik dengan sesi-sesi di hari pertama, tapi masuk di hari ke-2 & 3 ini lebih antusias karena lebih bisa mendalami kepribadian sendiri & pasangan untuk membangun keluarga yang lebih baik lagi. (Dony & Joceline)
  30. Acara Retreat Keluarga Kreatif sangat bermanfaat karena dibukakan hal-hal yang melatarbelakangi segala tingkah laku atau reaksi dari pasangan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga bisa memahami dan bereaksi positif, tidak lagi beraksi negatif seperti marah atau emosi. Jadi lebih sabar dan tenang. (Dony & Joceline)
  31. Saya sangat bersyukur ikut seminar ini, yang selama ini membuat kami sering konflik ternyata adalah kejadian masa kecil, emosi luka dan kepribadian itu semua terbuka untuk pernikahan dan hubungan kami dengan anak-anak. Saya sangat diberkati, selama ini pemikiran-pemikiran saya yang menurut saya benar dan di retreat ini saya sangat banyak diluruskan dan dibukakan tentang pandangan saya yang salah dalam mendidik anak, didalam berkeluarga. (Ruki & Ester)

 

Fasilitator
Julianto Simanjuntak, Roswitha Ndraha, Ichwan Chahyadi, Moze Simanjuntak

HUBUNGI:
AILEEN 0877 2507 1963  |  FINILON 0822 2525 2210

SOLI DEO GLORIA

Back to top