Allah adalah sumber dari semua kebenaran. Jadi karena itu tidak akan ada konflik atau kontradiksi antara kebenaran yang dinyatakan dalam Alkitab, dengan kebenaran yang dinyatakan oleh ilmuwan, termasuk di dalamnya ilmu Psikologi.

Psikologi dan Teologi itu bersifat komplementer, saling melengkapi dan mengimbangi.

Alkitab bukanlah textbook untuk semua persoalan manusia, melainkan lebih sebagai tolak ukur yang cukup bagi iman dan perbuatan. Kita memang harus belajar tentang Allah melalui Alkitab, tetapi kita juga perlu belajar tentang 'dunia Allah', termasuk manusia, melalui disiplin ilmu lainnya seperti kedokteran, psikologi, dan sebagainya.

SALAH JURUSAN

Anak sulung kami Josephus sempat studi Psikologi selama dua setengah tahun, sampai akhirnya ia menyadari salah jurusan. Lalu memutuskan pindah ke bidang Desain Grafis di Ateneo De Manila Philipina.

Moze anak bungsu kami juga sempat memilih jurusan Pendidikan selama satu tahun. Namun akhirnya pindah ke jurusan Komunikasi di DBU Dallas Texas USA.

Joseph dan Moze tidak sendirian. Banyak anak yang karena kurang bimbingan salah ambil jurusan. Bahkan tidak sedikit sampai tamat dan bekerja menghidupi kesalahan, karena tidak berani berubah. Salah satunya karena takut kepada Orangtua. Akibatnya setelah bekerja mereka tidak menikmati, stres, atau pindah-pindah pekerjaan. Ironisnya mempengaruhi kualitas perkawinan dan kemampuan Mengasuh anak-anak.

Inilah Latar belakang seminar MEMILIH JURUSAN DAN KARIER SESUAI KEPRIBADIAN  

15 September 2018

Lewat pelatihan ini, peserta akan Belajar:
- Mengenal Macam-macam Tulisan
- Mengayakan Tulisan
- Menulis Buku
- Menerbitkan Buku

Level 2 bisa diikuti oleh mereka yg sudah membuat sedikitnya 10 tulisan minimal 600 kata per tulisan. 

Fasilitator:

Andrias Harefa
Penulis 40 buku best seller, pendidik dan Coach. Seorang Motivator Nasional.

Orangtua bertanggungjawab belajar tentang parenting, guna memutuskan rantai warisan yang salah dan buruk dari masa lalu, dan menciptakan nilai dan perilaku pola asuh baru yang nanti mewariskan kepada anak sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Tujuan parenting adalah untuk membangun karakter dan skill dalam diri anak yang ia perlukan sampai pada titik dimana anak bisa (bisa, bukan harus) berfungsi independen.

Orangtua tidak berhak berharap anak-anaknya untuk memiliki karakter dan skill yang belum atau jarang ia modelkan (bukan ajarkan - modelkan) bagi anaknya sendiri.

Jati diri kita jauh lebih mempengaruhi anak-anak kita daripada nasehat dan khotbah kita. Jadi, kita perlu menghidupi dan memodelkan nilai-nilai dan karakter yang kita ingin lihat berkembang dalam diri anak2 kita.

Back to top